BKP3 Rohul Fokus Lakukan Peningkatkan Pendapatan Petani Karet
PASIR PANGARAIAN- Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPP) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dalam 100 hari kerja, fokus tingkatkan pendapatan petani karet, dengan lakukan program kegiatan jadi skala prioritas.
Itu dilakukan BKP3 Rohul, setelah sekitar setahun terakhir ini, pendapatan petani karet menurun drastis, karena anjloknya harga jual karet petani Rohul, yang cukup berdampak terhadap, sejumlah sektor perekonomian lainnya di Rohul.
Menurut Kepala BKP3 Rohul, Ir.M .Ruslan.MSi, Minggu (11/1/2015), bahwa program 100 hari kerja BKP3, guna menindaklanjuti tujuh kebijakan yang dibuat Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam meningkatkan produksi karet petani di Rohul.
Tegas Ruslan lagi, dalam upaya peningkatan pendapatan petani karet, akan dilakukan pendataan jumlah petani dan luas kebun karet masyarakat di Rohul . Selain itu, BKP3 juga akan memfasilitasi pembentukan kelompok tani (Koptan) karet, dengan target 100 koptan.Sehingga meningkatnya daya tawar harga jual karet petani.
“Dsalam meningkatkan produksi karet petani, BKP3 akan latih, penyuluh terkait peningkatan mutu produksi karet, sehingga menambah pengetahun dan keterampilan penyuluh, dengan sendiri mutu produksi karet meningkat,”kata Ruslan.
Sebut Ruslan lagi, selain itu, BKP3 Rohul juga akan terjunkan penyuluh dalam pembinaan Koptan Karet, dengan sendirinya akan meningkatnya kualitas dan harga produksi karet petani.
’’Tentunya, kita akan menyusun serta sebarkan informasi materi penyuluh tentang teknologi pengolahan karet.Sehingga akan meningkat pengetahuan keterampilan petani dalam pengolahan produksi karetnya,’’tegas Ruslan
Ruslan juga mengatakan, bahwa untuk program prioritas 100 hari kerja BKP3 Rohul, hasil yang harapkan. Karena selain tersedianya data luas kebun karet masyarakat di Rohul terbentuknya wadah petani karet yang kuat dan mandiri.Dengan sendirinya, terjalin kemitraan dengan pedagang, untuk meningkatnya mutu produksi karet dan pendapatan serta kesejahteran petani karet. Sedangkan untuk luas kebun karet di Rohul 40.430,6 hektar (Ha),
Untuk pasar karet sendiri, ada 28 lokasi yang tersebar di seluruh kecamatan.’’Saat ini Koptan Karet, sudah terbentuk 323 Poktan dengan anggota 6.993 orang dan luas tanaman karet 13.369 Ha atau 33 persen. Dari luas kebun karet tersebut, masih ada peluang pembentukan Poktan Baru petani karet,’’
“Luas tanaman karet yang belum memiliki wadah Koptan sendiri, sekitar 27.062 hektar atau 67 persen.Masih ada peluang penambahan Poktan baru sebanyak 654 poktan lagi,’’papar Ruslan.
Ruslan juga menambahkan, anjloknya harga karet petani di Rohul, selain disebabkan teknologi pengolahan hasil karet petani masih rendah, umumnya dalam bentuk ojol.Selain masih menggunakan cairan TSP sebagai pembeku latek.
’’Masih banyak petani karet kita yang belum bergabung dalam Koptan.Umumnya petani karet menjuak hasil produksinya ke Tauke atau pasar tradisional dan masih ada petani yang terikat dengan toke karet (terhutang),’’ ucapnya lagi. (mpr/alf)