Dewan Minta Pemko Awasi Pelabuhan Tikus di Pekanbaru
PEKANBARU - Maraknya barang ilegal masuk ke Kota Pekanbaru yang mengancam konsumen, membuat kekhawatiran bagi kalangan legislatif. Kepada instansi terkait diminta mendata keberadaan pelabuhan tikus untuk bisa lebih intensif melakukan pengawasan barang impor ke Pekanbaru.
"Pihak terkait harus mendata berapa banyak pelabuhan tikus itu, jika tak ada izin resmi segera urus sehingga berapa barang yang masuk bisa terpantau," ungkap Anggota Roem Diani Dewi SE MM, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/3).
Dikatakan politisi PKS ini, pelabuhan tikus merupakan penyumbang terbesar masuknya barang impor tanpa bea cukai. Untuk itu, pihak terkait diminta segera melakukan pendataan dan pengawasan terhadap pelabuhan tikus karena persoalan ini sudah sangat serius.
"Karena masuknya barang impor tanpa pajak maka akan berdampak buruk bagi daerah kita. Selain akan merugikan produk lokal, karena produk lokal akan kalah bersaing dengan produk impor non-pajak, maka perlu diperhatikan persoalan tersebut," pinta Roem Diani.
Selain itu, barang impor, khususnya barang makanan biasanya tidak dilengkapi label halal dari MUI. Untuk itu, sangat berbahaya bagi kalangan masyarakat muslim jika dikonsumsi.
"Seharusnya lebih diperketat pengawasan, lakukan sidak ke toko-toko. Jika sudah dipastikan tak ada barang impor ilegal yang masuk kemudian perketat pengawasan di pelabuhan," pungkasnya.
Kedepan, tambahnya, ia ingin adanya kesadaran masyarakat atas kewajiban membayar pajak. "Kepada warga kota agar melalukan pembayaran pajak tepat pada waktunya, jangan sampai jatuh tempo," himbau Yasman.(mpr/nto)