Gas LPG di Rohul Bermaslah,Wabup Rohul Gelar Rakor Bersama Seluruh Pihak Terkait
PASIR PANGARAIAN- Gas Liquified Petroleum Gas (LPG) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang sudah semakin resahkan masyarakat, karena harganya tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).Kelangkaan dari LPG 3 Kg ke 12 Kg tidak mencukupi stok, sehimgga LPG dari Provinsi Sumut beredar di Negeri Seribu.
Untuk mengatasi permasalahan benang kusut, Wakil Bupati Rohul, Ir H.Hafith Syukri MM, gelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan melibatkan pihak Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan (Dikoperindag), Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), Pewakilan Migas Riau, para Camat se-Rohul, juga para Agen, penyalur, pengecer dan lainnya, di Kantor Dikoperndag Lantai II, Selasa (13/1/2015).
Wabup sangat berterima kasih kepada Kadiskoperindag Rohul, Tengku Rafli Armen, karena sudah lama persoalan tersebut, menyeruak di tengah-tengah masyarakat, namun dengan kadis baru ini digelar rapat.
Terang Hafith Syukri yang juga Mantan Kadikoperindag Rohul, pada tahun 2014 lalu, jatah gas LPG untuk Rohul, sebanyak 1.940.000 tabung, baik itu ukuran 3 Kg dan 15 Kg, jadi dengan adanya rakor semua berperan aktif untuk mengawasi, termasuk pemerintah kecamatan sehingga tidak terjadi penimbunan dan tersalurkan dengan baik ke masyarakat.
Wabup dalam eakjor, juga menanyakan langsung ke agen dan penyalur, apakah mereka memberi setoran ke intansi terkait. Bila memang ada hal itu tidak jadi persoalan, namun jangan masyarakat yang dikorbankan.
“Bila dipungut atau memberi setoran ke oknum tertentu, pastilah akan menekan masyarakat,” tegas Hafith Syukri.
Sesuai intruksi Wabup Rohul, agar seluruh peserta rakor sepakat menertibkan serta menata ulang penyaluran gas LPG, mulai dari pertamina atau Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) hingga ke agen.
”Bila pengecer tidak mungkin melakukan pengawasan, itu dibutuhkan kesadaran masyarakat.Karena penyebab mahal harga LPG di Rohul karena dia langka,” ucap Wabup lagi
Di tempat yang sama, perwakilan DPC Iswana Migar Provinsi Riau, Irfan Tanwil mengakui, di Rohul ada mafia gas LPG. Seharusnya, LPG ukuran 3 Kg harganya Rp 16 ribu dan ukuran 15 Kg Rp80 ribu. Namun faktanya di lapangan, LPG 3 Kg Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per tabung, sedangkan LPG 15 Kg Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per tabung.
“Untuk harga itu, ada aturan teknis baik dari Pemprov Riau dan Pemkab Rohul, namun sayangnya mafia-mafia gas LPG masih perlu dilakukan pengawasan, sehingga masyarakat tidak jadi korban,” harap Irfan Tanwil. (mpr/alf)