Honor Belum Cair, Pegawai Staff Desa Mulai Resah
MANDAU-Hampir seluruh pegawai yang bekerja di Kantor Desa/kelurahan mengeluhkan tentang terlambatnya penerimaan honor untuk tahun 2015 .
Biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari terpaksa mengutang atau meminjam, hal ini di utarakan hampir seluruh pegawai/staff Kantor Desa/Lurah.
Menurut penuturan seoran Pegawai honor yang tidak mau namanya ditulis mengatakan,sebagai pegawai Desa yang menerima gaji dari Anggaran DAK/ADD, dengan keterlambatan ini tentu sangat berpengaruh terhadap biaya hidup sehari hari.
"untuk belanja sehari hari saja telah berutang ke warung,untuk operasional/ongkos anak sekolah terpaksa meminjam dari pamili"terang ibu 3 anak ini. (Kamis 19/03)
Ditambahkannya,bila hal ini terus berlanjut dapat mempengaruhi kinerja pegawai dalam menjalankan tugasnya sehari hari.
Pada tahun lalu Pemkab Bengkalis juga terlambat dalam pengucuran seluruh anggaran dan di kuatirkan hal serupa terjadi untuk tahun ini,
"tahun 2015 sampai 6 bulan baru menerima honor ,saat ini takut terulang ,sulit memprediksi pendapatan serta rencana pengeluaran dalam rumah tangga"tuturnya.
Di tempat terpisah seorang RT, Asan di Desa Bumbung saat di minta tanggapannya mengatakan, keterlambatan penerimaan honor/ dana operasional merupakan hal biasa dan hal ini kurang tepat jika harus mempengaruhi kinerja dalam melayani keperluan warga,
"Walaupun lambat Aggaran pasti keluar dan pelayanan masih biasa, saatnya ke kantor desa kita datang,"jelasnya.
Menurutnya,namun secara umum lambat laun akan mempengaruhi kedisiplinan kerja khusus staf kantor,
yang kesehariaanya wajib masuk kantor,"setiap harinya mereka wajib datang ke kantor sudah pasti memikirkan uang minyak,belum lagi keperluan lainnya ,"
Dari pantauan mimbar di kantor desa yang di kunjungi hampir merata, mengeluhkan terlambatnya penerimaan
honor yang telah berjalan selama 3 bulan.
Di temui banyak staff pegawai desa/kelurahan tidak menempati posnya.Berbagai alasan di terima dari staff yang kebetulan hadir saat di kunjungi.
Keluhan telah mencuat kepermukaan dengan harapan Pemkab Bengkalis mendengar serta segera mencairkan honor yang menjadi hak mereka. (mpr/nur)