Karet Anjlok Harga Pangan di Rohul Tidak Berpengaruh
PASIR PANGARAIAN-Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Rokan Hulu (Rohul), Ir.M Ruslan mengatakan, dari hasil pendataan petugas di lapangan, walaupun harga komoditi karet anjlok, namun belum berpengaruh terhadap harga beras di pasar tradisiol di Rohul.
Informasi tersebut disampaikan Kepala BKP3 Rohul,M Ruslan,Selasa (13/1/2015). Diterangkannya, dengan harga karet di Rohul yang kini bekisar antara Rp6 ribu hingga Rp 7.800 per kgny. Namun keterpurukan harga karet tidak berpengaruh pada harga sembako termasuk beras, dan masih dalam kategori normal.
Jelas M Ruslan lagi, dari hasil survay petugas baik di Kota Pasir Pangaraian dan Kota Ujung Batu, harga beras pada tanggal 13 Januari 2015 diberbagai pasar tradisinoal jenis Bulog, IR 64 Rp 10 ribu per kg. Ciherang Rp 10 ribu per kg, Cisantana 10 ribu per kg, sedangkan Jenis Kuku Balam, Ramos Rp 12.500 per kg, Kapatali Rp 10.625 per kgnya.
“Seharusnya, bila harga beras rata-rata Rp 10 ribu per kg, maka harga karet harusnya Rp 10 per kg. Namun kini, karet 2 Kg baru bisa mendapatkan 1 Kg beras,”kata M. Ruslan, di dampingi Kabid Ketahanan Pangan, Tri Ismadi.
Sedangkan menurutnya lagi, untuk stok pangan seperti beras sendiri, sampai kini masih aman, terutama beras di Rohul yang disuplay dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut) serta Sumatera Barat (Sumbar).
Ruslan juga mengakui, bahwa untuk pangan bahan pabrik, seperti minyak goreng curah kini Rp 11 ribu per kg, non curah Bimoli Spesial 1 Kg Rp 14 ribu, gula pasir Rp 10 ribu per kg, tepung trigu, merek Segitiga Biru Rp 10 per kg dan Cap Payung Rp 7 ribu per liter.
“Infomrasi ini terus kita sampaikan setiap hari ke intansi terkait, agar bila terjadi kelangkaan dinas tekhnis bisa mengantisipasinya, sehingga masyarakat bisa mendapat kebutuhan mereka,”ucap M Ruslan. (mpr/alf)