Kembangkan Peternakan, Rohil Swasembada Daging
BAGANSIAPIAPI - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) berhasil meningkatkan Swasembada Daging. Hal ini dibuktikan dengan tercukupinya permintaan daging masyarakat.
Melalui tata kelola Swasembada Daging yang canangkan Dinas Pertanian dan peternakan (Distanak) Rohil, kebutuhan daging sudah tidak diragukan lagi. Malahan, kebutuhan daging pada perayaan hari besar di tahun 2015 bisa dikatakan bbakal tanpa pasokan daging dari luar daerah.
Demikian dijelaskan Bupati Rohil, H Suyatno, baru-baru ini. Dikatakanya, kebutuhan daging di Rohil terutama di hari-hari besar cukup tinggi, sementara stok daging yang ada sebelumnya sangat terbatas. Apalagi, daging potong yang dijual hampir di datangkan dari luar daerah, seperti, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
"Melalui Distanak, Pemkab Rohil di tahun 2015 memprogramkan bantuan bagi peternak Sapi sebanyak 1.200 ekor, Kambing 2.000 ekor, dan termasuk ternak Puyuh, Ayam, serta bantuan lainnya. Inilah cara kita menjadikan Rohil sebagai wilayah Swasembada Daging," ungkap Suyatno.
Ditegaskan Suyatno, berbagai bantuan bagi kelompok ternak adalah upaya pemerintah daerah meningkatkan Swasembada Daging. "Sehingga, saat menyambut hari-hari besar keagaman, seperti Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru, dan lainnya, pasokan daging bagi masyarakat tercukupi dan tidak perlu lagi mendatangkan dari luar daerah," jelas Suyatno.
Diungkapkan Suyatno, pembagian bantuan Sapi, Kambing, dan lainnya yang disalurkan pemerintah daerah melalui Distanak Rohil kepada kelompok ternak terlebih dahulu diseleksi. "Bukan hanya melakukan penyeleksian kelompok peternak calon penerima bantuan saja, kita juga memberikan pembekalan ilmu peternakan kepada mereka. Dengan begitu, bantuan ternak benar-benar bermanfaat dan berkembang biak dengan baik. Sehingga, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya," urai Suyatno.
Sementara itu, Kepala Distanak Rohil, Muslim menambahkan, Swasembada Daging yang dicanangkan sejak beberapa tahun lalu kini terwujud. Bahkan, Rohil bertekad menjadi pemasok daging untuk kabupaten/kota di Provinsi Riau.
"Mengincar bisa mewujudkan swasembada daging di Rokan Hilir menjadi fokus kerja kita sejak beberapa tahun lalu. Untuk mewujudkan itu, Distanak memprogramkan bantuan ternak sebanyak 1.200 ekor sapi ekor, 2.000 ekor kambing, burung puyuh, ayam dan bantuan lainnya," sebut Muslim.
Muslim menerangkan, populasi ternak Sapi di Rohil yang di pusatkan di Kecamatan Bagan Sinembah mengalami peningkatan yang signifikan. Oleh karena itu, pihaknya merencanakan pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) di daerah tersebut tahun ini.
"Tahun ini kita telah ajukan proposal dana ke pusat untuk pembangunan RPH di Kecamatan Bagan Sinembah. Karena, RPH yang ada di Rohil masih sangat minim, sementara populasi ternak sapi setiap tahunnya Meningkat. Selain membutuhkan dana dari pusat, kita juga akan berupaya mengambil dana dari Provinsi Riau," kata Muslim.
Dikatakannya, selain membangun RPH, Distanak juga akan memberikan bantuan pengolahan pakan (Chopper) sebanyak 10 unit kepada kelompok ternak. Dengan alat itu, peternak mampu memanfaatkan pelepah kelapa sawit untuk dijadikan pakan ternak. Sebab, selama ini akunya, para peternak sapi memanfaatkan sistem integrasi perkebunan, karena sistem ini akan menyuburkan sawit dengan kotoran sapi.
"Sebagain peternak sapi tidak mau lagi melakukan sistem intergarasi dan mereka memanfaatkan kotoran sapi untuk diolah sebagai pupuk. Pupuk tersebut dijual per liter Rp1.000. Nah, tentunya ini akan menambah pendapatan ekonomi bagi peternak," katanya.
Untuk Kabupaten Rokan Hilir lanjutnya, baru satu Disebutkannya, meski baru memiliki satu mesin pengolahan limbah cair kotoran ternak untuk pupuk dari Provinsi Riau, tetapi kebutuhan pupuk di Rohil mulai tercukupi. "Tahun ini peningkatan Populasi ternak juga kita genjot, seperti, Sapi sebanyak 1.193 ekor, Kambing 2.035 ekor, Itik 12.706 ekor, Ayam 9.400 ekor, dan Puyuh 17.000 ekor," sebut Muslim.
Penuhi Permintaan Lokal
Selain Bagan Sinebah, kecamatan lainnya, yakni, Rimba Melintang yang bergerak di sektor pertanian tanaman pangan juga memiliki potensi peternakan Sapi, Lembu, serta Kambing. Jelang masuknya Hari Besar Keagamaan, ternak-ternak itu untuk kebutuhan masyarakat.
"Kegiatan di sektor peternakan ini termasuk salah satu produk unggulan yang dimiliki Kecamatan Rimba Melintang. Karena, permintaan daging setiap tahun meningkat," terang Muslim.
Menyangkut permintaan hewan qurban setiap tahunnya, sebut Muslim, Kecamatan Rimba Melintang selalu memncukupi kebutahan daging. Dan, mengacu pelaksanaan Hari Besar Keagamaan tiap tahunnya, pemintaan ternak masyarakat yang dipasok dari Kecamatan Rimba Melintang dan Bagan Sinembah yang ditopang kecamatan lainnya telah memenuhi kebutuhan lokal. "Artinya, mampu memenuhi kebutuhan dari dalam Kabupaten Rohil sendiri," terangnya.
Muslim menjelaskan, Kecamatan Rimba Meintang memiliki banyak kegiatan peternakan yang dilakukan oleh masyarakat secara individu maupun perkelompok. Malahan, melalui kegiatan peternakan tersebut setidaknya sudah mampu menghasilkan produk baru berupa pupuk cair yang berasal dari limbah ternak.
"Itu makanya, sektor peternakan menjadi produk unggulan kita. Di mana, selain pertanian dan palawija, kita juga mengembangkan peternakan baik hewan besar maupun unggas," terang Muslim. (adv)