Pembeli Sepi, Para Pedagang di Kota Pasir Pangaraian Mengeluh

Pembeli Sepi, Para Pedagang di Kota Pasir Pangaraian Mengeluh

ROKAN HULU-Sejumlah pedagang di Kota Pasir Pangaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mengeluh, karena pembeli sangat sepi, mereka meminta pemerintah untuk menyikapi persoalan tersebut, sehingga roda perekonomian bisa lebih meningkat kedepannya. 

Salah seorang pedagang di Pasar Modren Kampung Padang-Pasir Pangaraian,  Ani (25) mengaku dari seharian dirinya hanya ada dua paling banyak jual-beli, padahal biasanya ramai, dia khawatir jika seperti terus banyak pedagang yang akan bangkrut. 

"Ini baru satu dari pagi jual-beli bang, biasa kita ada jual bang sampai sampai 20 sampai 30 unit sehari, ini ampun kita bang gak ada yang beli, tengoklah bisa lari-lari di sini, sepi bangat bang," kata Ani yang memilih sebagai penjual aksesoris.

Terangnya, bahkan sebagai toko memilih tutup, sebab kalau dibukapun itu pembeli tidak "Lihat saja sendiri itu banyak toko-toko tutup, memang gak ada yang beli mau gimana lagi, belum lagi kontrak di Pasar Modren ini mahal," keluhnya.  


Di tempat berbeda, Anis (48), di Pasar Pasir Pangaraian, juga mengaku merasakan hal yang sama, dirinya mengaku pusing dengan kondisi saat ini. "Pusing kita ini sepi kali gak ada yang beli, waduh kita heran pada kemana orang semua ini, padahal ini hari libur biasa ramai," sebut Anis yang menekuni jualan sembako. 


Ketika hal ini dikonfirmasi dengan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskoperindag) Rohul, H. Tengku Rafli Armen, menjelaskan, kondisi ekonomi masyarakat memang tidak stabil, karana daya beli masyarakat sangat rendah,  sebab uang tidak ada beredar. 

"Alasannya kegiatan pemerintahpun  tidak berjalan seperti biasanya, kemudian harga getah turun lagi sampai Rp 6 ribu per Kg, kelapa sawit pun kabarnya turun lagi, ya bagaimana kita buat uang itu yang tidak ada," cetus Tengku Rafli Armen yang Ketua LAMR Rohul. 


Tambahnya lagi, jalan menuju rumahnya saja ada 10 buah rumah mau di jual itu sudah sangat murah dari biasanya, namun sudah lama dibuat palnk untuk dijual, namun tetap saja tidak ada pembeli. 

"Memang duit gak ada, daya beli masyarakat yang rendah, karena selama ini kegiatan-kegiatan Pemkab Rohul tidak berjalan optimal sebagaimana biasanya," pungkasnya.(dpr/raj)

Berita Terkait

KEBIJAKAN GUBERNUR RIAU TERHADAP PENANGANAN ILLEGAL LOGGING DI RIAU

OPINI HUKUM ADMINISTRASI NEGARA KEBIJAKAN GUBERNUR RIAU TERHADAP PENANGANAN ILLEGAL LOGGING DI RIAU Disusun Oleh: RINTONI Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Pendahuluan Illegal…...

Operasi Antik Toba 2026 Polres Labuhanbatu, Ungkap 81 Kasus Narkoba dan Amankan 96 Tersangka

Labuhanbatu – Polres Labuhanbatu mencatat keberhasilan signifikan dalam pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026 dengan mengungkap sebanyak 81 kasus tindak pidana narkotika dan mengamankan 96 tersangka…...

Kepsek SMAN 1 Aek Natas Diduga Korupsi Dana Bos TA 2024-2025

Labuhanbatu Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Aek Natas Bayu Wahyudi diduga Korupsi Dana Biaya Operasional Sekolah (Bos) Tahun Anggaran (TA) 2024-2025. dugaan tersebut…...

Gema Takbir di Zona Rokan: Ratusan Hewan Kurban PHR Alirkan Kebahagiaan hingga ke Pelosok Desa

Pekanbaru-Portalriau.com-- Gema takbir Hari Raya Iduladha 1447 H tidak hanya membawa kedamaian spiritual, tetapi juga mengalirkan kebahagiaan di sekitar wilayah operasi PT Pertamina Hulu Rokan…...

MTQ ke-55 Dan FSQ ke-40 Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Resmi Ditutup

Labuhanbatu, Portalriau.com- MTQH ke- 55 dan FSQ ke- 40 tingkat Kabupaten Labuhanbatu tahun 2026, bertempat di Ex Terminal Padang Bulan Jl. Baru Bay Pass Kelurahan…...