Rentenir berkedok Cicilan, PNS dan Honorer banyak Yang Terjebak
BAGANSIAPIAPI - Saat ini banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Honorer dilingkungan pemerinta Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) yang terjebak dengan Rentenir yang memberikan sejumlah Pinjaman dengan pembayaran dicicil setiap bulannya. Dimana Pinjaman itu didapat oleh PNS dan Honorer kepada sejumlah Rentenir yang berada di Kota Bagansiapiapi.
Beberapa PNS dan Honorer di Rohil mengeluh dengan ulah rentenir tersebut karena Bunga yang harus dibayar terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan hasil yang didapat, karena Kebanyakan Korbannya adalah para kalangan yang berprofesi sebagai guru.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Rohil Abdul Kosim alias Akos meminta kepada pemkab Rohil untuk mencari solusinya. Pasalnya, selama ini sudah banyak PNS maupun Honorer yang bekerja dilingkungan pemkab Rohil telah banyak yang menjerit dan menjadi Korban.
"ada beberapa PNS dan Honorer yang melapor dan menanyakan hal ini ke saya, "sampai kapan penderitaan kami (para guru honorer,red) akan berakhir pak?, tanya guru tersebut seperti yang disampaikan Akos, kepada para wartawan, sabtu (20/6) kemaren.
Selain menyampaikan Nasibnya, Akos juga mengatakan para Guru Honorer tersebut juga sempat Curhat ke DPRD Rohil. "selama ini kami bekerja gaji kami tidak pernah dibawa pulang kerumah pak, Gaji kami itu hanya untuk membayar cicilan kepada Rentenir dimana tempat kami mengambil barang Elektronik, "keluh Guru tersebut.
Atas keluhan para Guru tersebut, Akos berjanji akan mencari jalan keluarnya. dirinya sangat prihatin terhadap nasib PNS maupun Honorer yang berprofesi sebagai pengajar tersebut. Banyaknya Honorer yang melakukan Pinjaman kerentenir disebabkan keterlambatan pemerintah dalam membayar gaji, sehingga para Honorer tersebut menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Pinjaman, "ungkap Akos.
"kita sering melihat Para Honorer meminjam uang kerentenir dengan menggadaikan Surat Kerja (SK) kerentenir dengan Modus Kredit barang- barang elektronik. Nah, Kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh para rentenir untuk meraup untung yang besar, "kata Akos.
Akos Menilai ada keuntungan bagi petinggi-petingi yang ada disatuan kerja perangkat Daerah (SKPD) dari para rentenir tersebut. sehingga Modus kredit barang elektronik itu tetap berjalan hingga saat ini." saya menduga kegiatan ini akan terus berjalan, karena praktek ini menguntungan Pribadi bagi petinggi-petinggi yang ada dinegeri seribu kubah dengan menghisap tetasan keringat dari para PNS dan Honorer, "sindir Akos.
Untuk mencegah hal tersebut, dalam waktu dekat DPRD Rohil akan memanggil Instansi yang ada di Rohil dan pelaku yang berkedok Rentenir yang ada di Bagansiapiapi. selain itu kita juga minta hal ini ditangapi secara serius oleh pemkab Rohil terutama kepala daerah. Pasalnya, hanya kepala Daerah yang punya wewenang penuh untuk memberikan Intruksi kepada jajarannya (SKPD,red) untuk menghentikan Praktek tersebut, "pungkas Akos dengan nada gerah. (Mpr/Af)