Warga Pendalian Menilai Raskin Tidak Layak Konsumsi
PASIR PANGARAIAN- Sjeumkah warga di Kecamatan Pendalian IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), menilai beras miskin (Raskin) yang mereka terima setiap tiga bulan sekali tidak layak dikonsumsi.
Karena, seperti di Desa Air Panas Kecamatan Pendalian IV Koto, sejumlah warga mengakui, bahwa 15 kg raskin jatah 3 bulan yang baru mereka terima, Rabu (23/9), tidak layak konsumsi karena kondisinya hancur atau biasa disebut warga sudah menjadi “beras menir”.
Seperti pernyataan Rustam (56) berdomisili di RT 09/ RW 05 Desa Air Panas mengakui, dirinya terpaksa menerima Raskin tak layak konsumsi tersebut karena kondisi ekonomi sedang sulit saat ini. “Tapi mau bagaimana lagi, dengan kondisi ekonomi keluarga yang sedang tidak stabil, kita terpaksa memasak beras itu namun tapi harus dicampur dengan beras lainnya. Karena untuk beli beras di warung tidak mampu, harganya bisa Rp 11 ribu per kgnya,” sebut Rustam, Minggu (27/9) sore.
Rustam berharap ke Pemerintah daerah, agar memberikan jatah beras layak kepada rakyatnya. Tidak disamakan dengan hewan. “Namanya beras miskin, namun jangan asal ngasih saja tanpa memperhatikan kualitasnya, kita jugakan manusia,” tegas Rustam.
Warga Air Panas lainnya mengakui, sengaja tidak menebus jatah Raskin. Dirinya menilai beras pecah itu sepantasnya untuk makanan ayam, bukan makanan manusia. “Beras pecah dan rasanya pasti kurang enak. Ini cocok untuk makanan ayam. Kejadian seperti ini sudah sering, dimasak sangat tidak enak, dan akhirnya untuk makanan ayam saja,” ungkap warga Air Panas lainnya.
Harga Raskin Lebih Mahal
Malahan, raskin yang dibeli warga seharga Rp 2.100 per kgnya, sedangkan harga dari kecamatan hanya Rp 1.900 per kg. Kaur Kesra Desa Air Panas Karmidin menerangkan bahwa penerima bantuan Raskin di desanya ada 81 kepala keluarga atau KK, namun saat pembagian kuota selalu lebih. Karena setiap tiga bulan sekali pihaknya menerima 243 karung Raskin, kemasan 15 kg.
Karmidin menyatakan, harga Raskin dari kecamatan Rp 1.900 per kg, namun karena ada biaya lansir dan biaya bongkar muat Rp 300 per kg, harga Raskin dijual ke warga menjadi Rp 2.100 per kgnya. (dpr/Ram)