BMP Akui 7 Pemilik Lahan di Bendungan Sei Pagadis Sudah Koordinasi
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Dinas Bina Marga dan pengairan (BMP) Rohul menyatakan, tidak ada permasalahan terkait pembebasan lahan dengan dibangunnya bendungan Sei Pegadis di Desa Sialang Jaya Kecamatan Rambah. Bahkan, 7 warga pemilik lahan yang terkena pembangunan bendungan tersebut sudah bertemu dan berkoordinasi dengan pihak BMP Rohul.
Itu diakui Kepala Dinas BMP Rohul, H Muhammad Rivai didampingi Kabid Pengaraian, Romi Kartika, Rabu (30/9/2014). Katanya lagi, ketuju pemilik lahan yang terkena proyek bendungan Sei Pegadis, sudah berkoordinasi,bahkan ketujuhnya sudah diarahkan melengkapi dokumen lahan, termasuk legalitas lahan mulai Kepala Desa (Kades) yakni berupa Surat Keterangan Tanah (SKT) ke Camat hingga ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Nantinya, setelah dilakukan pengukuran baru akan ada penilaian dari tim apresial dari Provinsi Riau. Setelah itu, barulah bisa dilakukan ganti rugi lahan yang terkena proyek bendungan. Karena, untuk menetapkan harga ganti rugi bukan kita, namun dari pihak tim apresial Riau,”ucap Rivai.
Romi sendiri mengakui, dari hasil pengukuran sementara lahan di tempat terkena proyek Bendungan Suplesi Sei Pagadis, sekitar 2,8 hektar lahan milik 7 warga terkena. Proyek itu menurut Kepala dinas BMP sendiri butuh dukungan dari masyarakat, karena jika sudah selesai akan banyak dampaknya bagi peningkatan ekonomi rakyat, termasuk dengan adanya kedai-kedai karena lokasi akan dijjadikan sebagai tempat obyek wisata alam.
Menurut Rivai lagi, program Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera III, pekerjaan sudah dimulai bulaan April 2014 dengan sumber dana proyek dari APBN Tahun 2014 dengan Nomor Kontrak, KU/0209/28/PKK.IR.III.SNVT.P.JPA.R.2014 dengan konsultan survervisi PT Sarana Buana Jaya, pelaksana PT. Waskita Karya (Persero) tbk, sedangkan nilai kontrak Rp. 26,133.868.000, waktu pelaksanaan 240 kerja dan masa pemeliharaan 180 hari kerja.
“Saya berharap, masyarakat agar tenang. Mudah-mudahan tim apresial cepat melaksankan kerjanya, sehingga semuanya bisa berjalan lancar dan dana ganti tugi tersebut nantinya akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing ke tujuh warga yang lahannya terkena proyek tersebut,”ucap Romi. (Hendra)