Disnakan Galakkan SISKA Untuk Mendukung Program Sejuta Sapi
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Rohul, kini galakkan program sejuta sapi, melalui kegiatan Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit (SISKA). Program itu dilakukan, karena pengembangan sapi di Rohul dengan luas perkebunan kelapa sawit yang dinilai sangat potensial.
Penegasan itu dijelaskan Sekretaris Disnakan Rohul, Indra Juni SP, di ruang kerjanya, Selasa (16/12/2014). Menurut Indra Juni, bahwa saat ini luas perkebunan kelasa sawit di Rokan Hulu sekitar 450 ribu hektar, untuk 1 hektar kelapa sawit itu diproyeksikan 2 ekor sapi, yang nantinya menjadi 900 ribu peluang pengembangan ternak sapi di kebun kelapa sawit.
“Kita telah membuat himbaun, sekaligus koordinasi baik itu perusahaan kelapa sawit swastsa maupun BUMN, agar menggalakan program SISKA tersebut, sebab pelepah sawit itu sangat bagus dijadikan pakan ternak sapi dengan menyedikan mesin cover, maka dahan-dahan kelapa sawit ini dicincang sangat bagus untuk pakan ternak sapi,”jelas Indra Juni.
Katanya lagi, Disnakan Rohul siap turun ke lapangan, untuk Isiminasi buatan terhadap sapi yang ada,agar perkembangannya bisa lebih cepat.
“Program Isiminasi Buatan atau IB kita gratiskan, ke peternak sapi baik masyarakat, kelompok tani maupun perusahaan perkebunan kelapa sawit tinggal menghubungi nanti akan ada petugas akan turun langsung kelapangan,” ujarnya lagi.
Katanya lagi, bahwa selama ini petugas Disnakan Rohul aktif lakukan penyuluhan, pembinaan dan termasuk pemeriksaan kesehatan sapi tersebut dan itu dilaksankan gratis, untuk kesehatan hewan ternak tidak hanya sapi saja tapi semua hewan peliharaaan.
“Bila ada permintaan masyarakat terhadap kita, nantinya kita tinjau langsung dan malah sangat kita harapkan jika ada hewan piaran ada gejala sakit supaya menghubungi kita secepatnya supaya bisa ditanggulangi,” saran Indra.
Menurutnya lagi, saat ini perusahaan yang aktif menglola program SISKA tersebut yakni perusahaan PT Tor Ganda, PT Torus Ganda, PTPN V “Perusahaan aktif berkoordinasi dengan kita, kita harap perusahaan lainnya di Rokan Hulu supaya terus dengan giat mengembangkan itu, karena selama pelepah sawit jadi sampah kini bisa diolah jadi pakan ternak sapi, kemudian kotoran sapi sudah bisa diolah menjadi pupuk organik, termasuk kencingnya untuk gas metan,” ungkapnya.
Indra juga sebutkan, bahwa kini yang baru terdata untuk populasi ternak sapi di Rohul sampai akhir November 2014 mencapi 39 ribu ekor. Ada sekitar 900 ribu ekor sapi lagi yang harus dikejar dan dikomunikasi dengan perkebunan-perkebunan kelapa sawit.
“Disamping jalankan program SISKA di perusahaan, kita juga aktif memprogram ini pada kelompok tani di masyarakat, kita berharap ini bisa diakomodir dengan sehingga target kita Rohul sejuta sapi bisa tercapai,”ucap Indra Juni. (MPR)