Gelar Pasukan. 406 Personil Polres Rohil Siap Amankan Pilpres
BAGANSIAPIAPI - Polisi Resor (Polres) Rokan Hilir (Rohil) telah menyiapkan 406 personil polisi dalam pengamanan pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres), hal itu terungkap dalam gelar pasukan yang di lakukan Polres Rohil bersama BKO Polda Riau, BKO Brimob Polda Riau, TNI, dan personil Linmas.
Gelar pasukan ini di gelar di halaman Mapolres Rohil ujung tanjung, Senin (2/6). Yang di hadiri seluruh muspida mulai dari Pemerintahan Rohil, Kejaaksaan Negeri, PN Ujung Tanjung dan Perwakilan dari Partai Politik se Rohil. Dan bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Waka Polres Rohil, Kompol Dermawan Marpaung, mewakili Kapolres Rohil, AKBP Tonny Hermawan, R.S.Ik.
Dalam sambutan Kapolres Rohil AKBP Tonny Hermawan, R.Sik. Yang di bacakan oleh Kompol Dermawan Marpaung, mengungkapkan, pada pelaksanaan pemilu 2014 ini telah terdapat berbagai kemungkinan akan terjadi kerawanan yang mengakibatkan kerusuhan di tengah masyarakat. Hal seperti itu harus di antisipasi agar tidak terjadi yang dapat merugikan masyarakat, untuk itu tugas polisi yang akan melakukan pengamanan.
Potensi kerawanan memerlukan perhatian serius. agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata di tengah masyarakat dan keamanan negara, sehingga dapat menganggu dan menghambat penyelengaaran pemilu, khususnya Pilres 2014, untuk itu personil yang di tugaskan harus waspada dan teliti, ujar Marpaung.
Menurutny, Dalam pengamanan Pilpres
2014, Telah mengerahkan anggota Polres sebanyak 406 personil, yang akan di perbantukan juga dari personil TNI sebanyak 35 orang, BKO Polda Riau sebanyak 85 orang, BKO Brimob Polda Riau sebanyak 35 orang. Dan Limas sebanyak 2.460 orang, dalam pengamananya setiap personil akan di tempatkan ke masing-masing TPS yang berjumlah 1.320 yang tersebar di semua kecamatan se Rohil, termasuk di perbatasan. Sehingga pelaksanaan Pilpres di Rohil benar-benar berjalan aman dan lancar, terang Marpaung.
Dia mengatakan, setiap personil dalam setiap TPS yang di tugaskan agar selalu waspada, dan jangan dianggap remeh dalam persoalan perselisihan di lingkungannya, kalau ada terlihat perselisihan agar dapat melakukan pengamanan secara berdamai dengan cara musyawarah, dan saya juga menghimbau kepada masyarakat agar di utamakan keamanan di lingkungan masing-masing, jangan di bawa suatu persoalan menjadi perselisihan besar. Karna perbedaan itu semua, pencerminan demokrasi di Indonesia yang harus kita jaga bersama, timpal Marpaung.(anto)