Warga Tolak Pembayaran Tagihan Listrik PLN
BAGANSIAPIAPI - Rata-rata warga Bagansiapiapi Rokan Hilir (Rohil) yang meterannya bermasalah dan di cabut menolak untuk membayar tagihan listrik yang di minta oleh Pembangkit Listrik Negara (PLN) Rayon Bagansiapiapi. Pasalnya, tagihan yang di minta oleh PLN jauh dari kemampuan masyarakat dan permasalahan ini juga tidak di ketahui oleh masyarakat selaku konsumen PLN.
Salah satu warga Bagansiapiapi, yang meteranya di cabut PLN Jalan Perniagaan, Tono. Mengungkapkan, dalam beberapa hari pihak PLN telah melakukan razia daya listrik milik masyarakat, satu persatu meteran warga yang di duga ada permasalahan di bongkar satu persatu. Kemudian meteranya di cabut dan di bawa ke kantor PLN Bagansiapiapi.
Kita di suruh PLN membayar tangihan dan tungakkan listrik sebesar Rp13.000.000, kalau tidak di bayar, meteran listrik yang di cabutnya tidak akan di pasang lagi. Mana mungkin kita sangup bayar, karna tangihan itu sangat besar dan memberatkan masyarakat, ujar Tono, sambil menunjukan kertas berita acara pencabutan dan tangihan listrinya.
Menurutnya, rata-rata meter yang di cabut oleh PLN di Bagansiapiapi di duga katanya ada permainan daya listrik yang di lakukan oleh konsumen. Sehingga meter masyarakat di bawa ke kantor PLN. Kemudian konsumen di minta untuk membayar denda dan tangihan selama daya listrik di permainkan itu, kita selaku konsumen selama ini mana tahu meter ada terjadi masalah, karna selama ini tagihan listrik setiap bulan kita bayar ke PLN. Gak tahunya PLN bilang ada permainan daya sehinga meteran kita di cabut dan di suruh bayar denda dan tangihanya sebesar Rp13 juta, ungkap Tono.
Ia mengatakan, Selama ini tarif listrik yang di bayarnya ke PLN sebesar Rp150 ribu setiap bulan, dengan daya listrik yang di miliki sebesar 2200 Wat. Namun setelah di cek meterannya di temukan adanya permainan daya oleh konsmen, pada hal permainan yang di tuduh PLN tidak di ketahuinya, lagipula meter milik PLN itu telah di segel oleh PLN. Sehingga sulit untukkk mempermaikan daya, mana mungkin lah kita mempermainkan daya listrik di dalam meter, lagipula meter itu telah di segel langsung oleh PLN. Sehingga sulit untuk kita permainkan, tegas Tono.
Sebelumnya, Koordinator lapangan PLN, Ridho. Ketika di konfirmas mengaku, telah melakukan penertipan terhadap meter konsumen yang di nilai bermasalah. Karna telah melakukan permainan daya di meter dengan memutuskan salah satu kabel yang ada di dalam meteran. Sehingga jalanya putaran meter berjalan dengan lambat, dan otomastis bayaran listrik pun tidak sesuai dengan daya yang di miliki oleh konsumen.
Rata-rata meter yang kita cabut ini bermasalah, di duga adanya permainan daya yang di lakukan ole konsumen. Namun bagi konsumen yang ingin meteranya di pasang lagi agar dapat mengurusnya ke kantor PLN langsung. Dengan membayar semua tungakanya, terang Ridho.
Sementara, Kepala PLN Rayon Bagansiapiapi, Al Azhar. Ketika di minta tangapanya mengaku, kegiatan razia meteran konsumen di lakukan atas perintah dari PLN cabang Dumai. Dimana dalam penertipan ini di duga adanya permainan daya. Sehingga di lakukanya pengecekan langsung meter satu-persatu konsumen yang di duga ada permasalan.
Apa yang kita lakukan ini atasan perintah PLN Dumai, kita di bawah ini hanya melaksanakan atasan saja. Dan penertipan ini gabungan dengan PLN Bagansiapiapi dan PLB Cabang Dumai, kata Azhar.(anto).