POMP Filariasias Tahap IV, Puskesmas Palika Lakukan Penyisiran

POMP Filariasias Tahap IV, Puskesmas Palika Lakukan Penyisiran

PALIKA - Pusat kesehatan Masyrakat (Puskesmas) Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) melakukan penyisiran dalam rangka Pemberian obat massal pencegahan (POMP) Penyakit Filariasis (kaki gajah). Selain Obat Filariasis tahap ke IV itu dibagikan kepada masyrakat, pihak puskesmas juga membagikan kesekolah-sekolah yang ada dipalika dengan sasarannya adalah dewan guru dan para siswa.

Dari total penduduk 38.684 jiwa kecamatan Palika yang meminum obat tersebut hanya sekitar 35.769 jiwa pada pemberian POMP Filariasis tahap III Kemaren. "tahun ini target kita minimal 80 persen , karena tahun depan terakhir dalam pemberian obat filariasis tahap akhir, "kata Kapus Palika, Dr Hj Netty Juliana, kamis (8/10) kemaren.

Dari total angka penduduk tersebut, yang ditunda pemberian obat filariasis adalah anak-anak usia dibawah dua tahun, Ibu hamil, penderita gangguan fungsi ginjal dan fungsi hati. Selain itu orang yang sakit berat, penderita filariasis serangan akut, balita marasmus, Kwashiorkor, penderita usia lanjut diatas 75 tahun, dan penderita Epilepsi, "terang Netty.

Diakui Netty, Kecamatan Palika adalah kecamatan yang terletak dipesisir pantai yang banyak terdapat penderita Filariasis. Maka dari itu dibutuhkan keseriusan semua pihak dalam pemberian obat filariasis tahap keempat ini agar masyrakat lainnya tidak terjangkit penyakit  kronis tersebut. Selain memberikan obat, pihak puskesmas juga memberiikan pemaparan tentang penularan penyakit filariasis dan akibat jika tidak minum obat, "terangnya.

Kendala kita dalam membagikan obat adalah banyak yang kurang memahami betapa bahayanya penyakit Filariasis yang bisa menyebabkan cacat menetap jika kaki sudah membesar.  Selain itu saat pembagian obat oleh kader sasaran sedang tidak berada dirumah. Untuk itu kita sangat berharap pada para kader dalam memberikan obat merata pada semua warga agar capaian bisa meningkat dari tahun lalu, "harap Netty.

"kita minta Keder untuk kembali melakukan penyisiran ulang kerumah warga dengan tujuan agar semua masyrakat mendapatkan obat tersebut, Kita tidak ingin kecamatan palika ini nantinya dijadikan sebagai contoh penyumbang terbesar penyakit Filariasis dikabupaten Rokan Hilir, "pungkas Netty. (Dpr/Af)

Berita Terkait

Bupati Dan Wabup Labuhanbatu Hadiri Pelantikan BMPS Periode 2026-2031,Dorong Penguatan Pendidikan Sw

Labuhanbatu, Portalriau.com-Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM., bersama Wakil Bupati H. Jamri, ST., menghadiri pelantikan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Labuhanbatu periode…...

Bupati Labuhanbatu Hadiri Peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia Ke-81

Labuhanbatu,portalriau.com-Bupati Labuhanbatu menghadiri peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke 81 yang diselenggarakan di Ruang Adhiyaksa Hall Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, Rabu 2/9/2026. Kehadiran Bupati Labuhanbatu…...

Bupati Maya Hasmita Dorong Siswa Tunas Karya Unggul Berani Bermimpi dan Raih Masa Depan Gemilang

Labuhanbatu,Portalriau com- Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM., yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Sekolah, menghadiri pengukuhan siswa-siswi SMA Swasta Tunas Karya Unggul…...

Harry Kane Santai Hadapi Pembicaraan Kontrak Baru di Bayern Muenchen

Olahraga- Harry Kane tidak menunjukkan kekhawatiran mengenai masa depannya bersama Bayern Muenchen. Penyerang asal Inggris tersebut menyebut pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak akan segera dilakukan, tetapi…...

Long Term Guesthouse Rental Bali: How to Verify Included Services and Avoid Hidden Overage Bills

You signed up because the listing said 'utilities included.' A few months in, the landlord hands you an overage bill for electricity you thought was…...