Penangkapan 3 Unit Kapal dan 19 ABK di Pulau Jemur, HNSI Rohil Kutuk Arogansi Polisi Diraja Malaysia
BAGANSIAPIAPI - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mengutuk keras sikap arogansi yang ditunjukkan polisi Diraja Malaysia yang terkesan membabi buta. Pasalnya, Polisi Negara tetangga itu kembali bikin ulah, setelah sebelumnya sempat mengusir Nelayan Rohil, Riau, Indonesia yang tengah melaut diperairan selat melaka dengan cara menodongkan senjata laras panjang kearah nelayan.
Kini peristiwa pahit itu kembali terjadi, kamis (23/06) kemaren. Dimana Polisi Diraja Malaysia menangkap nelayan Indonesia asal Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Indonesia. Tak tanggung-tanggung, mereka langsung memboyong tiga kapal beserta 19 ABK ke negaranya. Didalam melancarkan aksi itu, mereka mengerahkan dua armada sekaligus, yaitu armada laut dan udara.
Ketua HNSI Rohil, Murkan Muhammad Spdi, Minggu (26/6) pihaknya mengutuk keras sikap arogansi yang ditunjukkan polisi Diraja Malayasi yang terkesan membabi Buta tersebut. Ia meminta kepada pemerintah Kabupaten, Propinsi maupun pemerintah pusat serta seluruh Stakeholder untuk bersinergi menyelesaikan masalah tersebut. Sebab kalau tidak, maka nelayan akan semakin tidak aman dalam mencari nafkah, "tegasnya.
Anggota DPRD Rohil dari Politisi Partai Demokrat itu juga mengatakan kalau berbagai pihak tidak boleh melihat kejadian ini hanya sebatas pengusiran atau penangkapan semata. Akan tetapi lebih dari itu, karena kejadian ini menyangkut martabat Bangsa Indonesia, Dimana malaysia ingin menguasai perairan kita bahkan pulau-pulau yang ada di indonesia. Oleh sebab itu, tolak intervensi asing terhadap kedaulatan negara kesatuan republik indonesia (NKRI), "Ujar Murkan Muhammad.
Murkan juga mengaku terkait kejadian ini pihaknya telah membuat laporan kepada DPD HNSI Propinsi Riau untuk diteruskan ke DPP HNSI. "kita telah buat laporan agar nantinya negara bisa mengambil kebijakan secara tegas terhadap kejadian ini. Pihak keluarga para nelayan yang ditangkap oleh Polisi Malaysia diminta untuk bersabar, "pungkasnya. (Dpr/Af)