STATUS SIAGA DARURAT KEBAKARAN HUTAN DITETAPKAN MULAI 24 JANUARI 2017.
PORTAL RIAU/SUMUT- Dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan yang pernah terjadi pada beberapa tahun yang lalu dapat dijadikan sebagai pelajaran agar hal tersebut tidak terjadi lagi yang dimulai ditahun ini, selain berdampak melumpuhkan perekonomian juga berdampak buruk bagi pencemaran udara hingga ke negara tetangga.
Untuk itu Gubernur Riau Arsyad juliandi Rachman menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2017 yang berlaku hari ini selama 96 hari hingga 30 April mendatang, ini dilaksanakan agar bisa dilakukannya pencegahan sedini mungkin, penetapan ini ditetapkan pada rapat koordinasi penetapan status siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan, selasa 24 Januari 2017 diruang rapat kantor gubernur riau.
Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah dari berbagai kabupaten kota seprovinsi riau, termasuk kabupaten siak. Wakil bupati alfedri tampak hadir dalam rapat tersebut.
Untuk ditahun 2017 seperti yang telah disampaikan oleh Bapak Menkopolhukam pada Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran hutan dan lahan yang digelar di Istana Negara Jakarta, Senin kemarin menyebutkan pantauan untuk musim Elnino nya lebih panjang dan lebih kering, untuk itu harus dilakukan antisipasi lebih awal, dengan salah satu yang dilakukan adalah melaksanakan Sosialisasi dari awal ini untuk mencegah agar tidak membakar hutan dan lahan.
Alfedri menyebutkan perlunya ada pembinaan kepada masyarakat untuk tidak mengolah lahan dengan cara dibakar, serta perlunya koordinasi dengan instansi terkait dengan hal ini, "Pembinaan kepada masyarakat oleh Pemerintah Daerah agar tidak mengolah lahan dengan cara membakar itu penting. Untuk itu, harus dilakukan koordinasi baik itu antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Instansi Vertikal dan Perusahaan yang diharapkan setiap kanal akan dibuat pada tahun sebelumnya harus ditingkatkan lagi terutama diminta kepada perusahaan untuk menambah setiap kanal" ujar Wabup tersebut.
Saat ini status siaga darurat Karhutla mulai ditetapkan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran titik panas yang lebih banyak, sehingga akan segera dilakukan langkah-langkah strategis lanjutan untuk tindakan pencegahan.
Usai penetapan status, gubernur bersama instansi terkait lainnya termasuk komandan korem, kapolda, komandan lanud, kepala dan kejati segera menyusun struktur tim satgas siaga karhutla yang mulai dikukuhkan hari ini.
Selain penyusunan struktur tim satgas, gubenur juga kembali mengaktifkan posko-posko siaga karhutla agar satgas bisa segera mulai tugasnya secara resmi. (DPR)