24 Makam Warga Tionghoa Dirusak OTK
BAGANSIAPIAPI - Sebanyak 24 kuburan warga Tionghoa di Pemakaman Umum, jalan Pelabuhan Baru, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko dirusak Orang Tidak Dikenal (OTK), Rabu (22/4) sekira Pukul 17.30 WIB. Bangunan kuburan yang dirusak, di antaranya, bagian keramik dinding, pagar, dan lainnya. Akibat kejadian ini, kelurga korban mengalami kerugian jutaan rupiah.
Suasana pagi itu membuat warga berduyun-duyun ke pemakaman umum tersebut untuk memastikan kejadian. Tokoh warga Tionghoa Bagansiapiapi, Aan (37), menyayangkan kejadian ini, dan meminta aparat kepolisian menangkap dan mengusut tuntas kejadian. "Ini tidak bisa dibiarkan. Apalagi yang dirusak kuburan. Tentu kami tidak terima,” kecamnya.
Aan yang saat itu menggunkan baju putih melihat satu persatu kuburan yang dirusak. Puing-puing keramik dan bagian kuburan berserakan disekitar lokasi. Sementara itu Aan menghawatirkan karena adanya kejadian ini membuat isu SARA sehingga jangan sampai terjadi. “Kita takutkan nantinya ada keributan suku dan agama, jadi hrapan kita bisa segera diusut tuntas,” ungkapnya.
"Setelah dihitung sebanyak 24 kuburan dirusak oleh OTK, bahkan sanak keluarga telah melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Bangko. mendaptakan infromasi itu Kaposlek Bangko Kompol Nurhadi Ismanto, Sik bersama Wakapolsek Akp Dodi dan Kanit Reskrim Iptu Billy langsung menuju ke lokasi.
“untuk Sementara ini kita selidiki dulu, sampai saat ini memang belum mengetahui apa motiv dibalik pengrusakan. Pihak kepolisian langsung menyisir lokasi di kuburan terdapat puluhan plastik lem Cap Kambing yang baru saja digunakan. “Dugaan kita sebelum pengruskan pelaku terlebih dahulu mengisap lem, melihat tanda-tanda yang kita temukan di Lokasi,” katanya. sementara itu untuk alat yang digunakan merusak kuburan diduga berupa barang keras.”Bisa jadi memakai martil atau sejenis alat lainnya,” jelas Kapolsek.
Polisi lalu mengambil sampel puing-puing yang dirusak untuk dilakukan penyelidikan, namun sampai sata ini belum ada satupun saksi yang diperiksa. “Belum ada saksi, karena penjaganya juga kita belum kethaui siapa orangnya,” terang Kapolsek.
Infromasi yang berhasil dirangkum bahwa masyarakat Tionghua mendapatkan infromasi pada Rabu sore, namun karena sudah mau malam akhirnya diputuskan melihat ke lokasi pada kamis pagi. Hingga siang hari puluhan masyarakat Tionghoa masih terlihat melihat lokasisi kuburan keluarga mereka yang dirusak.
sementara itu ,Kejadian pengrusakan Kuburan Tionghoa sangat disayangkan pemkab Rohil. Untuk itu kita minta kepada pengurus Pekuburan untuk meningkatkan pengawasan.
“Mudah-mudahan saja tak dalam pengrusakan itu, namun harapan kita tentunya agar pengamanan lebih ditingatkan. " jangan sampai insiden pengrusakan ini menjadi masalah,"kata Plt.Sekdakab Rohil ,Drs.H Surya Arfan,Msi .
“Serahkan saja kepihak ke Kepolsian, sehingga jangan menambah masalah apabila dihadapai dengan emosi, perkiraan saya itu dirusak orang yang tak waras atau sedang dalam pengaruh obat,” kata Sekda.
Terpisah , ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rohil Drs H Wan Achmad Syaiful M.Si menegaskan pengruskan ini tidaklah ada hubungannya dengan SARA. Untuk itulah ia meminta agar masyarakat jangan terpancing emosi.
“Saya fikir ini bukan masalah suku atau agama, ini sebuah kejadian yang memang karena kelalaian pengamanan saja . "kejadian ini tak ada hubungannya jadi diminta masyarakat jangan smpai terpancing emosi.
“Intinya kejadian ini diselidiki, apalagi diloski banyak ditemukan lem Kambing, kemugkinan ini karena kenaalan remaja saja,”pungkas Wan. ( Mpr /Af)