MUI Rohul Sosialisasikan Bahaya Paham ISIS dan Syiah ke Ulama
PASIR PANGARAIAN-Mengantisipasi berkembangnya paham ISIS serta Syi'ah Rafidhah di Negeri Seribu Suluk, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mensosialisasikan bahaya paham dan pergerakan dua paham itu, Selasa (26/8/2014).
Kegiatan sosialisasi bahaya paham dan pergerakan ISIS dan Syi'ah, diprakarsai MUI Rohul digelar di lantai dasar Masjid Agung Madani Islamic Center Pasir Pangaraian, yang kegiatannya dibuka Asisten Ekonomi Pembangunan Syaiful Bahri.
Sosialisasi diikuti sekitar 170 peserta dari kalangan ulama dan mubaligh seperti Kepala Kantor Urusan Agama dari 16 kecamatan, Ketua dan Pengurus MUI kecamatan, Majelis Dakwah Indonesia, Front Pembela Islam, LDII dan beberapa Organisasi Masyarakat Islam lain.
Usai kegiatan, Ketua MUI Rohul, Hasbi Abduh mengakui, kegiatan itu dilaksanakan untuk mensosialisasikan Bahaya Paham Syi'ah dan ISIS, agar tidak membingungkan umat Islam di Rohul, karena dua paham itu kini masih menjadi perbincangan hangat.
Ulama dan mubaligh sengaja diundang, diharapkan dapat memberikan pencerahan dalam setiap ceramahnya kepada masyarakat agar tidak bergabung dengan ajaran ISIS dan Syi'ah Rafidhah.
“ISIS tidak cocok dengan negara kesatuan NKRI yang berazaskan Pancasila, sehigga kita melibatkan ulama dan mubaligh, agar masyarakat tidak bingung," kata Hasbi Abduh.
Hasbi mengimbau, agar umat Islam di Kabupaten Rohul, jika mengetahui ada ajaran ISIS dan Syi'ah Rafidhah untuk tidak bergabung, namun menjauhinya.
Sedangkan untuk ajaran Syi'ah Rafidhah kata Hasbi, bahwa ajaran itu sesat karena menyalahi sunnah. “Sahadat mereka juga berbeda, termasuk shalat berbeda baik waktu dan cara serta cara berwudhu nya,”ucap Hasbi Abduh didampingi Wakil Ketua MUI Rohul Baihaqi Adduha.
Dalam Sosialisasi Bahaya Paham Syi'ah dan ISIS itu, MUI Rohul juga mengundang dua pakar dari MUI Provinsi Riau yakni Sekretaris Komisi Fatwa H. Muhammad Abdih Lc,MA dan Ketua Komisi Fatwa H. Abdurahman Lc,MA.(mpr/Alfian)