Tali Air Tersumbat, 5 RT di Bagan Barat Adakan Goro Massal
BAGANSIAPIAPI - Untuk memperlancar jalannya air menuju sungai, Masyrakat Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko melakukan Gotong royong (Goro) massal untuk membuka tali air yang tersumbat oleh tingginya pasang surut yang naik kepemukiman warga. Goro massal yang diikuti oleh ratusan masyrakat dari lima rukun tetangga (RT) itudipusatkan didaerah yang dianggap rawan terjadinya bencana banjir.
Lurah Bagan Barat, Andika Pratama, Minggu (22/11) disela-sela memimpin goro massalmengatakan, Goro massal ini dilakukan atas inisiatif warga kelurahan bagan barat terutama yang berdomisili dijalan utama pelabuhan nelayan. Sebagaimana yang kita diketahui pelabuhan nelayan ini setiap tahunnya menjadi langganan bencana banjir, hal ini tersumbatnya tali air yang membuat air tergenang dijalan dan pemukiman warga,"katanya.
Diterangkan Andika, akibat guyuran hujan deras yang hampir setiap hari diawal bulan lalu membuat jalan menuju kepelabuhan nelayan telah digenangi air. Akibatnya, masyrakat sangat kesulitan untuk melewati jalan tersebut. Nah, makanya kita melakukan goro massal ini dengan tujuan agar genangan air yang ada dijalan itu bisa cepat turun kesungai, "harapnya.
Dilanjutkan Lurah termuda ini, dirinya memuji masyrakat pelabuhan nelayan yang hidup rukun serta terlihat sangat kompak dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, "saya lihat masyrakat nelayan sangat kompak dalam melakukan pembukaan tali air, nah momen ini tentunya selain menjalin kekompakan juga bisa dimanfaatkan untuk menjalin tali silaturahim, "tutur Andika.
Andika juga berharap kegiatan goro ini bisa dilakukan oleh masyrakat secara berkelanjutan agar lingkungan terlihat bersih dan rapi. Dengan membiasakan hidup bergotong royong, maka sangat kecil kemungkinan terjadinya bencana banjir. Selain itu, goro juga salah satu menghindari datangnya berbagai penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit kulit, dan penyakit lainnya, "tukasnya.
Goro massal itu tampak diikuti oleh Babinsa Bagan Barat, Kepala Pos Polisi Pelayanan Pelabuhan (KPPP), Ketua RT 01, 02 , 03, 04 dan Ketua RT 024 serta Ratusan Masyrakat Pelabuhan Nelayan lainnya. (Dpr/Af)