Wako Pekanbaaru dan Kadis Sosial KunKer Di Kota Surabaya Dalam Penanganan Gepeng

Wako Pekanbaaru dan Kadis Sosial KunKer Di Kota Surabaya Dalam Penanganan Gepeng

Surabaya- Sampai saat ini, Indonesia masih tergolong Negara yang sedang maju  dan belum mampu menyelesaikan masalah kemiskinan. Dari beberapa banyak masalah sosial yang ada sampai saat ini, gelandangan dan pengemis adalah masalah yang perlu di perhatikan lebih oleh pemerintah, karena saat ini masalah tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan di kota-kota besar,seperti kota Pekanbaru.

Tingkat kemiskinan berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau sampai bulan Maret 2014, jumlah orang miskin di wilayahnya mengalami peningkatan. Padahal Riau merupakan daerah yang terkenal kaya dengan sumber daya alam berpenduduk 5 juta jiwa. Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di kota pekanbaru saat ini semakin banyak dan sulit diatur, Mereka dapat ditemui diberbagai pertigaan, perempatan, lampu merah dan tempat umum, bahkan di kawasan pemukiman, sebagian besar dari mereka menjadikan mengemis sebagai profesi. Hal ini tentu sangat mengganggu pemandangan dan meresahkan masyarakat.

Penyebab dari semua itu antara lain adalah jumlah pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang memadai dan kesempatan kerja yang tidak selalu sama. Disamping itu menyempitnya lahan pertanian di desa karena banyak digunakan untuk pembangunan pemukiman dan perusahaan atau pabrik. Keadaan ini mendorong penduduk desa untuk berurbanisasi dengan maksud untuk merubah nasib, tapi sayangnya, mereka tidak membekali diri dengan pendidikan dan keterampilan yang memadai. Sehingga keadaan ini akan menambah tenaga yang tidak produktif dikota. Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka bekerja apa saja asalkan mendapatkan uang termasuk meminta-minta (mengemis). Demi untuk menekan biaya pengeluaran, mereka memanfaatkan kolong jembatan, pemukiman kumuh dan lain sebagainya untuk beristirahat, mereka tinggal tanpa memperdulikan norma sosial.

Hidup bergelandangan tidak memungkinkan orang hidup berkeluarga, tidak memiliki kebebasan pribadi, tidak memberi perlindungan terhadap hawa panas ataupun hujan dan hawa dingin, hidup bergelandangan akan dianggap hidup yang paling hina diperkotaan. Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di perkotaan sangat meresahkan masyarakat, selain mengganggu aktifitas masyarakat di jalan raya, mereka juga merusak keindahan kota. Dan tidak sedikit kasus kriminal yang dilakukan oleh mereka, seperti mencopet bahkan mencuri dan lain-lain.

Oleh sebab itu, apabila masalah gelandangan dan pengemis tidak segera mendapatkan penanganan, maka dampaknya akan merugikan diri sendiri, keluarga, masyarakat serta lingkungan sekitarnya.

Untuk mengatasi masalah gelandangan dan pengemis (gepeng), pemerintah mengutus Satpol PP untuk merazia semua gelandangan dan pengemis (gepeng) yang ada diseluruh sudut kota Pekanbaru. Tetapi usaha yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru masih belum dapat menghilangkan gepeng di Kota Pekanbaru. Oleh karena itu, pemerintah kota pekanbaru melalui dinas sosial kota pekanbaru melakukan kunjungan kerja di dinas sosial dan permakanan Provinsi Jawa Timur dan mengunjungi dinas sosial dan permakanan kota surabaya selanjutnya mengunjungi tempat penampungan gepeng di Liponsos keputih kota surabaya, balai pelayanan sosial PMKS ( Penyandang Masalah Mensejahteraan Sosial ) Jalanan kabupaten Sidoarjo untuk tingkat provinsi Jawa Timur dan dilanjutkan keperkampungan gepeng di desaku menanti di kabupaten pasuruan yang merupakan program dari kementerian Sosial RI. Permasalahan ini dilihat bahwa pemerintah kota pekanbaru masih belum memiliki tempat penampungan gepeng dan kerjasama antar SKPD yang terkait,Kata Kadis Sosial dan Pemakaman Chairani.

Kunjungan ini diharapkan semoga pemerintah kota pekanbaru mampu mengatasi permasalahan gelandangan, pengemis, gelandangan psikotik ( orang gila ), WTS ( Wanita Tuna Susila ) atau PSK ( Pekerja Seks Komersial ), dan Anak Jalanan yang ada di kota pekanbaru. Karena kota pekanbaru yang mempunyai visi menjadikan kota pekanbaru menjadi kota metropolitan yang madani, kota metropolitan tentu menjadi banyak orang untuk mencari kehidupan yang layak di kota, sehingga banyak orang yang mencari kerja asal mendapat uang seperti mengemis, maka pemerintah kota pekanbaru harus mampu mengatasi permasalahan gepeng ini sehingga kota pekanbaru bebas dan bersih dari gepeng, tegas Wawako Pekanbaru Ayat Cahyadi,S.Si.(mpr/hms)

Berita Terkait

Bupati Labuhanbatu Hadiri Peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia Ke-81

Labuhanbatu,portalriau.com-Bupati Labuhanbatu menghadiri peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke 81 yang diselenggarakan di Ruang Adhiyaksa Hall Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, Rabu 2/9/2026. Kehadiran Bupati Labuhanbatu…...

Bupati Maya Hasmita Dorong Siswa Tunas Karya Unggul Berani Bermimpi dan Raih Masa Depan Gemilang

Labuhanbatu,Portalriau com- Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM., yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Sekolah, menghadiri pengukuhan siswa-siswi SMA Swasta Tunas Karya Unggul…...

Harry Kane Santai Hadapi Pembicaraan Kontrak Baru di Bayern Muenchen

Olahraga- Harry Kane tidak menunjukkan kekhawatiran mengenai masa depannya bersama Bayern Muenchen. Penyerang asal Inggris tersebut menyebut pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak akan segera dilakukan, tetapi…...

Long Term Guesthouse Rental Bali: How to Verify Included Services and Avoid Hidden Overage Bills

You signed up because the listing said 'utilities included.' A few months in, the landlord hands you an overage bill for electricity you thought was…...

Mourinho Ungkap Alasan Real Madrid Gagal Mendatangkan Rodri

Olahraga- Jose Mourinho mengungkap cerita di balik kegagalan Real Madrid mendatangkan Rodri. Pelatih asal Portugal tersebut menilai keraguan sang gelandang menjadi salah satu faktor utama…...